Jakarta – KabarNet: Pernyataan sikap SBY terkait banyaknya warga Indonesia yang berobat ke luar negeri ini bisa dibilang aneh dan bertolak belakang. SBY mengaku tidak senang dengan maraknya warga negara Indonesia yang berobat ke rumah sakit di luar negeri.
“Terus terang tidak begitu gembira kalau bangsa Indonesia terutama golongan mampu berobat keluar negeri,” ujar SBY dalam jumpa pers di Kemenkes Jakarta, Rabu (1/8/2012).
Menurutnya, agar tak semakin banyak masyarakat yang berobat ke luar negeri, sejak 2004 pihaknya sudah mengutamakan pembangunan rumah sakit di daerah termasuk Puskesmas dan Posyandu. “Sementara hasilnya positif selama lima tahun, sekarang diteruskan. Disamping fasilitas kesehatan, kita juga memikirkan rumah sakit unggulan di seluruh Indonesia,” tuturnya.
SBY mengatakan dengan ditingkatkannya kualitas dan modernitas rumah sakit diharapan masyarakat bisa berobat di negeri sendiri. “Tidak kalah dengan berobat keluar negeri, bukan hanya swasta, milik negara ditingkatkan kualitasnya,” katanya.
Namun anehnya, pada 15 Juni 2012 lalu, Ibu Negara Ani Yudhoyono menjalani operasi syaraf leher di RS Allegheny General Hospital, 320 North East Avenue, Pittsburgh, Pennsylvania, Amerika Serikat. Kabarnya tindakan medis itu dilakukan karena fasilitas yang dibutuhkan belum tersedia di dalam negeri. Selama menjalani perawatan, Ani Yudhoyono didampingi ketua tim dokter kepresidenan. Ini adalah bukti bahwa SBY pun ragu dengan kemampuan dokter dan rumah sakit di Indonesia.
Bahkan SBY pernah menyinggung soal orang Indonesia yang berobat ke luar negeri ketimbang di negaranya sendiri. “Kalau saudara kita gemarnya sedik-sedikit berobat ke luar negeri maka yang untung luar negeri bukan bangsa kita,” kata SBY saat meresmikan “Rumah Sakit Mochtar Riady Comprehensive Cancer Center (MRCCC) Siloam” di kawasan, Semanggi, Jakarta.
Tentu saja pernyataan Presiden SBY ini bertolak belakang dengan gaya hidupnya yang mengutamakan fasilitas kesehatan di luar negeri. Hendaknya SBY memberi contoh teladan yang dimulai dari keluarganya sendiri, jika ingin rakyat menuruti himbauannya. Banyaknya masyarakat Indonesia pergi ke luar negeri untuk berobat kan memang karena fasilitas disini ketinggalan. Belum lagi pelayanan yang tidak professional membuat mutu rumah sakit di Indonesia ketinggalan dari luar negeri. Keluhan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tentang warganya yang lebih senang berobat ke luar negeri sangat ironis. Hal ini merupakan cermin kegalauan dari sikap SBY sebagai presiden.
Jangan salahkan jika ada WNI yang mampu untuk memilih berobat ke luar negeri. Dalam konteks mendapatkan pelayanan kesehatan yang baik, adalah hak setiap WNI untuk menentukannya. Tidak boleh ada larangan bagi mereka untuk memilih mana yang terbaik bagi dirinya. [KbrNet/Slm]

Tidak ada komentar:
Posting Komentar