Kamis, 09 Mei 2013

RAHASIA KEHIDUPAN SEKS PARA PAUS (resensi)



 " Kekuasaan adalah ' obat kuat' sesungguhnya."


Penerbitan buku ini tidak lebih adalah hanya sebuah upaya untuk menghadirkan bacaan yang belum pernah ada. Tanpa bermaksud melibatkan unsur ideologis maupun teologi tertentu.
Seperti komentar The Mail on Sunday dalam cover buku, Rahasia Kehidupan Seks Para Paus ini hanya akan lebih banyak menyenangkan pembaca ketimbang menyinggungnya.
Buku yang garap oleh Nigel cawthorne adalah sebuah kisah yang sangat luar bisa, dengan menggunakan gaya basahasa sastra buku ini begutu mengasikan ketika membaca, namun bukan berate buku ini adalah sebuah karya satra, sebab dalam beberapa bagian terdapat surat- seruat dari para pekau.
Selama 2000 tahun terakhir ini, para paus telah menetapkan agenda seksual bagi hampir seperempat penduduk dunia. Tetapi, sementara mengkhotbahkan kesucian dari sebuah tempat yang tinggi, banyak yang melakukan sesuatu yang merisaukan.

Memang tidak bisa di sangkal perempuan itu sangat luar biasa dan binasa tidak untuk melecekan kaum perempuan namun karena semua pihak mengakui hal tersebut seperti, St Agustinus Soliloquies menilai Rahasia Kehidupan Seks Para Paus memperlihatkan tidak ada yang begitu kuat menjatuhkan jiwa seorang laki-laki melebihi belaian perempuan.
Kisah- kisah masa lalu dari para paus yang begitu banyak menjalin hungan dengan watina bahkan hingga pembunuhan, pemabukan adalah sebuah yang hal yang lumrah namun ternyata prilaku tidak sebabatas mereka remaja, namun lebih dari pada itu, hingga gundik yang dimilliki para paus begitu banya, hingga tersebar dibebeara wilayah bahkan Negara,
Berada dibalin kapel kecil bernama basilica di gereja santu petrus vatikan dengan juba yang sacral dengan keagungan memimpin ibadah dan memimpin umat yang tersebar diseluruh dunia, dan umatpun tentuduk dan memuju Tuhan. Namun sesuatu akan betu terbalik ketika malam tiba, puluhan pelacur akan adan ke tempat perjamuan makan malam sang paus dan para cardinal, menemani santap malam dan berlanjut dengan berpesta hingga pada puncaknya melakuukan hungan intim dengan para pelacur- pelacur cantik di Roma, bahkan satu cardinal melayani tiga hingga empat orang wanita, dan merekapun terlelap tanpa sehelai benang.
Buku yang begitu laris di Eropa, Timur Tengah, Asia, dan Amerik, saking larisnya buku ini Sudah diterjemahkan ke dalam 26 bahasa,selain itu  Sex Lives of The Popes  juga dinobatkan sebagai "buku paling kontroversial sepanjang tahun" oleh surat kabar Guardian London saat kali pertama diterbitkan tahun 2004.

    
 Buku ini paparan cerdas dan merupakan penyingkapan humoris tentang kehidupan seks paus mulai dari kepausan di Avignon sampai skandal para paus Borgia di Roma. Bagi mereka yang penasaran dengan kehidupan para paus selama 2000 tahun terakhir ini, akan mendapatkan bacaan menarik dari buku ini.
Kisah- kisah yang begutu asyik sebagai refrensi untuk mencoba melihat sri paus dari kacamata yang beda, tidak hanya kisah tentang gundik- gundik dari para paus namun juga menceriterakan tentang anak- anak haram dari paus bahkan paus yang masa kecilnya juga ternyata anak yang bisa dikatakan haram, di halaman 47, penyajian sedikit berbeda disi menceritarakan terntang pausn joan, merupakan paus perempuan pertama, namun kisah awalnya menjadi paus berpura-pura menjadi laki-laki, namun semua kebusukan itu terkuak ketika dia melahirkan bayi ditengah jalan ketikan dia sedang naik kuda, ini tidak terlepas dari pesta seks di istana kepausan sendiri.
Sebagai lelaki paling berkuasa di bumi dan penghubung langsung dengan Tuhan, segera tampak bahwa tidak ada seorang pun yang bisa mengatakan kepada mereka bagaimana seharusnya bersikap ketika sampai pada persoalan godaan tubuh.

Dalam buku Rahasia Kehidupan Seks Para Paus ini, Nigel kontributor untuk harian-harian bergengsi di Inggris dan Amerika, dengan gaya setengah bercerita menjabarkannya dalam 19 seri mulai kejadian di Uskup Roma hingga cerita Sri Paduka Paus George Ringo.

Di halaman 71, tentang "Pesta Seks Roma" dikisahkan Yohanes XII (955-964) seorang biseks yang tidak pernah puas dalam seksnya dan mengumpulkan para bangsawan muda yang paling lemah dari dua jenis kelamin. Dia dituduh menjalankan sebuah rumah pelacuran dari dalam Gereja St Petrus. Para kekasihnya diberi piala emas yang digunakan dalam misa suci dari Gereja St Petrus. Daftar tuduhan lainnya, dia konon memiliki perjanjian dengan iblis dan mendapatkan kekayaan dari setan, melakukan inses dengan ibunya dan mencabuli para perawan suci yaitu biarawati dan melakukan perzinahan.

       Mengenai pornografi kepausan, dalam seri 12, Nigel memilih masa Renaisans dimana para paus menjadi pendukung kuat seni dan karya tulis. Di masa itu, Martinus V mempekerjakan penulis mesum Poggjo Bracciolini sebagai sekretaris kepalanya, yang terkenal karena koleksi cerita-cerita cabul di mejanya di kantor kepausan.

       Martinus V tidak malu ketika tiba pada persoalan sebuah cerita mesum karya Bracciolini. Dalam sebuah surat kepada seorang teman, Bracciolini berkata bahwa paus "sangat terhibur ketika kepada seorang kepala biara pria berkata kepadanya bahwa dia punya lima anak laki-laki yang akan berperang demi dia. Pada saat itu kabarnya : "Hampir tidak mungkin ada seorang pun dari seribu pendeta yang bisa ditemukannya dalam keadaan suci. Semuanya hidup dalam persetubuhan atau kumpul kebo atau sesuatu yang lebih buruk ", halaman 149.


Selain gambaran tentang seks dari para paus hingga paus Pohanes Paulus ke II, buki ini di juga defadat daftar- daftar nama-nama paus dan anti paus, mulai dari Peter the Apostle tahun 64 hinggatahun 1978 yaitu Yohanes Paulus II, selamat membaca buku menurut Bellfast Telegraph “ sensational” terlukis ki cover.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar